додому Olahraga Olahraga Lainnya Buzkashi: Cara Kerja Game Menyeret Kambing Afghanistan

Buzkashi: Cara Kerja Game Menyeret Kambing Afghanistan

10

Buzkashi bukan hanya sekedar olahraga; ini adalah tradisi berkuda yang kacau di mana para penunggangnya berebut bangkai kambing atau anak sapi. Namanya berasal dari bahasa Persia, yang secara harfiah berarti “kambing menyeret”. Inilah inti dari buzkashi, sebuah game yang berakar pada sejarah menggembalakan dan merampok. Anda tidak membutuhkan bola atau lingkaran. Anda membutuhkan hewan tanpa kepala, tanpa kuku, dan banyak penunggang kuda.

Dari mana asal usul buzkashi?

Permainan ini kemungkinan besar dimulai sebagai variasi menyenangkan dari taktik menggiring atau menyerang. Saat ini, makanan ini sangat populer di kalangan masyarakat Turki di Afghanistan. Anda juga dapat menemukannya di republik Muslim di Asia Tengah dan sebagian barat laut Tiongkok. Ini adalah kontes mendalam dan berisiko tinggi yang tujuannya sederhana: menguasai bangkai dan mempertahankannya.

Apa perbedaan kedua bentuk utama buzkashi?

Ada dua gaya berbeda. Versi tradisional disebut tudabaray. Ia tidak memiliki tim formal. Tidak ada batasan yang jelas. Ratusan pengendara mungkin ambil bagian. Tujuannya adalah untuk mendapatkan kepemilikan tunggal atas bangkai tersebut dan mengendarainya dengan bebas dan bebas dari orang lain. Itu mentah dan tidak terstruktur.

Gaya modern yang disponsori pemerintah adalah qarajay. Versi ini melibatkan dua tim yang terdiri dari 10 hingga 12 pembalap. Mereka bersaing di bidang yang ditentukan dengan tujuan. Pemerintah Afghanistan, yang berbasis di Kabul, mulai menjadi tuan rumah turnamen nasional dalam format ini pada awal tahun 1950an.

Gaya mana yang lebih terorganisir?

Qarajay adalah yang terorganisir. Tim bersaing di bidang yang ditandai. Tudabaray adalah yang liar. Tidak ada batasan. Tidak ada tim. Hanya pengendara dan bangkainya. Jika Anda menginginkan struktur, lihatlah turnamen qarajay. Jika Anda ingin kekacauan sejarah, lihat tudabaray. Perbedaannya sangat mencolok, namun keduanya tetap memiliki premis inti yang sama: seret kambing.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan kepemilikan tunggal atas bangkai tersebut dan mengendarainya dengan bebas dan bebas dari semua pengendara lainnya.