Apakah Konten Mimpi Mengungkap Tipe Kepribadian Anda?

32

Anda mungkin pernah mengalami momen itu: terbangun dari mimpi aneh dan bertanya-tanya apakah mimpi itu mengungkapkan sesuatu tentang siapa Anda sebenarnya. Rasanya intuitif. Lagi pula, sebagian besar kehidupan batin kita tertumpah ke dalam tidur. Namun bisakah Anda mengetahui tipe kepribadian seseorang hanya dengan melihat mimpinya?

Pakar mimpi Veronica Tonay membahas hal ini dalam bukunya Setiap Mimpi Ditafsir. Dia mencatat bahwa meskipun beberapa penelitian mencoba menghubungkan kepribadian saat bangun tidur dengan konten mimpi, hasilnya tidak seluas atau pasti seperti yang Anda harapkan. Datanya berantakan. Ini bukan pemetaan satu-ke-satu yang sederhana.

Tetap saja, ada polanya.

Tipe A vs. Tipe B: Faktor Stres

Jika Anda adalah kepribadian Tipe A, kemungkinan besar Anda terdorong. Ada tekanan batin yang hampir konstan. Anda menginginkan hasil. Anda menginginkannya sekarang.

Orang-orang ini memiliki mimpi yang lebih mengganggu daripada kepribadian Tipe B. Individu tipe B umumnya lebih tenang dan santai. Stres dalam kehidupan nyata Anda tampaknya mengalir langsung ke dalam lanskap tidur Anda.

Mimpi Senja dan Otoritarianisme

Ada jendela tidur tertentu yang disebut bagian “senja”. Ini adalah saat Anda tertidur.

Orang yang melaporkan mimpi dari fase senja ini cenderung tidak terlalu cemas. Mereka lebih siap. Mereka menerima diri sendiri. Mereka juga kurang menyesuaikan diri.

Sebaliknya, orang yang tidak mengingat mimpi senja ini cenderung lebih otoriter dalam kehidupan nyatanya. Perilaku ini juga meluas ke dalam mimpi mereka. Mereka menyesuaikan diri dengan kelompoknya. Mereka mengutuk mereka yang tidak melakukannya.

“Mereka yang tidak mengingat mimpi ‘senja’ cenderung lebih otoriter dalam kehidupan nyata dan juga berperilaku otoriter dalam mimpi mereka.”

Pemeka vs. Represor

Cara Anda menangani kecemasan itu penting.

Sensitizer adalah orang yang sadar akan kecemasannya. Mereka merasakannya dengan kuat. Mereka tidak menolaknya.

Orang-orang ini lebih sering memimpikan kejadian di masa depan dan masa lalu. Mereka memproses waktu.

Orang yang menekan perasaannya saat terjaga tidak terlalu memimpikan masa depan atau masa lalu. Mereka menghindarinya.

Kreativitas dan Pengaturan

Orang-orang kreatif bermimpi secara berbeda. Impian mereka terjadi dalam suasana yang tidak biasa dan bervariasi. Mereka tidak terjebak dalam mimpi rumah yang sering diimpikan oleh orang-orang yang kurang kreatif.

Mereka memimpikan upaya kreatif. Mereka memimpikan kehilangan. Mereka memimpikan anak-anak. Mereka bermimpi mencoba mengatasi rintangan di alam.

Ada peringatan di sini. Frekuensi mimpi seksual pada orang kreatif berbeda-beda. Itu tergantung pada apakah mereka benar-benar melakukan sesuatu yang kreatif dalam kehidupan nyata mereka. Jika mereka tidak berkreasi, impian seksual bisa berubah.

Intuisi dan Introversi

Orang yang intuitif cenderung kreatif. Mereka lebih mengingat mimpi “besar”. Ini adalah mimpi-mimpi yang bersifat numinous dan tipikal. Mereka sangat jelas. Itu mudah diingat.

Orang yang lebih suka menerima informasi melalui panca inderanya tidak terlalu sering mengingat mimpi ini.

Introvert fokus pada dunia batin berupa ide dan perasaan. Mereka mengingat lebih banyak mimpi sehari-hari yang “kecil”. Ini kurang jelas. Mereka mencerminkan keprihatinan sehari-hari. Mereka berisi skenario dan karakter kehidupan nyata.

Ekstrovert tidak terlalu mengingat mimpi kecil ini. Namun, baik ekstrover maupun introvert sering kali mengingat mimpi pola dasar. Media tidak membeda-bedakan di sana.

Berpikir vs. Perasaan

Cara Anda mengambil keputusan mengubah impian Anda.

Tipe berpikir membuat keputusan berdasarkan analisis logis. Mereka cenderung memiliki mimpi yang lebih emosional. Mereka mengalami lebih banyak emosi saat tidur dibandingkan tipe perasaan.

Tipe perasaan membuat keputusan berdasarkan prinsip dan nilai. Mimpi mereka tampak kurang bermuatan emosional, atau setidaknya teksturnya berbeda.

Mimpi Besar vs. Mimpi Kecil

Mengetahui terminologinya akan membantu.

Banyak mimpi (atau mimpi “besar” yang merupakan pola dasar) sangat nyata dan mudah diingat. Mereka mungkin bersifat mitologis. Mereka berbagi struktur dan tema dengan cerita rakyat. Mereka mengandung arketipe.

Mimpi Bawah Sadar Pribadi (atau mimpi “kecil”) kurang jelas. Mereka kurang berkesan. Mereka mencerminkan keprihatinan sehari-hari. Mereka berisi skenario dan karakter kehidupan nyata.

Anda tidak dapat sepenuhnya memetakan jiwa ke dalam siklus tidur