Kebanyakan orang melihat sekilas tinja mereka sebelum dibilas, sebuah kebiasaan yang disarankan dokter untuk memantau kesehatan pencernaan. Jika Anda melihat warna biru, hal ini jarang menimbulkan kepanikan. Biasanya, tinja berwarna biru dikaitkan dengan pigmen atau pewarna pada makanan, meski obat tertentu juga dapat menyebabkan efek ini. Inilah yang perlu Anda ketahui tentang mengapa hal ini terjadi, berapa lama hal ini berlangsung, dan kapan harus mencari nasihat medis.
Apa Penyebab Kotoran Biru?
Kotoran berwarna biru tidak biasa, tetapi biasanya tidak berbahaya. Penyebab utamanya adalah:
Makanan: Makanan apa pun yang mengandung pewarna makanan biru dapat menyebabkan perubahan sementara pada warna tinja. Ini termasuk kue buram biru, minuman berwarna buatan, dan bahkan beberapa makanan alami:
- Blueberry (segar atau kering)
- Anggur ungu atau hitam
- Plum hitam
- Kismis hitam
- Blackberry
Pengobatan: Beberapa obat dapat menyebabkan feses berwarna biru, meskipun obat ini lebih jarang terjadi:
- Biru Prusia (Radiogardase): Digunakan dalam kasus keracunan radioaktif atau logam berat yang jarang terjadi.
- Methylene blue (ProvayBlue): Pewarna yang digunakan dalam prosedur diagnostik, untuk mengobati kelainan darah tertentu, dan terkadang pada kasus syok parah. Pewarna ini juga bisa muncul di urin.
Apakah Kotoran Biru Berbahaya?
Dalam kebanyakan kasus, tidak. Jika warna biru disebabkan oleh pewarna atau pigmen makanan, sistem pencernaan Anda tidak akan menyerapnya dan akan keluar secara alami. Namun, jika warna biru terus berlanjut, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, perhatian medis mungkin diperlukan.
Apa yang Harus Dilakukan Tentang Kotoran Biru
Jika Anda khawatir dengan tinja berwarna biru, langkah paling sederhana adalah menunggu. Perubahan warna terkait makanan biasanya hilang dalam waktu 24–72 jam, bergantung pada waktu transit pencernaan Anda.
- Hidrat: Minum lebih banyak air dapat membantu melancarkan segala sesuatunya.
- Asupan serat: Mengonsumsi makanan berserat tinggi juga dapat melancarkan pencernaan.
Namun meski tanpa intervensi, warna biru kemungkinan besar akan cepat memudar.
Kapan Harus ke Dokter
Kotoran berwarna biru biasanya tidak mengkhawatirkan, tetapi gejala tertentu memerlukan kunjungan medis:
- Perubahan warna yang persisten: Jika warna biru tidak hilang setelah beberapa hari, terutama jika Anda belum mengonsumsi makanan atau obat berwarna biru.
- Darah dalam tinja: Tanda darah apa pun (merah terang, merah marun, atau hitam/lama) adalah tanda peringatan.
- Kotoran pucat atau berwarna tanah liat: Ini menunjukkan kemungkinan masalah pencernaan.
- Gangguan pencernaan parah: Diare terus-menerus, sembelit, mual, atau sakit perut disertai perubahan warna.
Mengetahui seperti apa tinja Anda saat Anda sehat membantu Anda mengenali penyimpangan.
Intinya
Kotoran berwarna biru biasanya tidak berbahaya dan bersifat sementara, paling sering disebabkan oleh pewarna atau pigmen makanan. Namun, perubahan warna yang terus-menerus atau gejala lain yang mengkhawatirkan harus segera diperiksakan ke dokter untuk menyingkirkan masalah kesehatan yang mendasarinya.





























