Sisa Makanan Mungkin Lebih Sehat: Ilmu tentang Pati Tahan

2

Mendinginkan pati yang dimasak seperti kentang, nasi, dan pasta tidak hanya membuatnya enak saat dingin – tetapi juga mengubah struktur kimianya sehingga dapat bermanfaat bagi kesehatan Anda. Fenomena ini, yang didorong oleh pembentukan pati resisten, mendapat perhatian karena potensinya untuk meningkatkan kontrol gula darah, kesehatan usus, dan bahkan pengelolaan berat badan. Namun seberapa besar hal ini merupakan hype, dan seberapa banyak hal ini didukung oleh ilmu pengetahuan?

Apa itu Pati Resisten?

Tidak seperti karbohidrat biasa yang cepat dipecah menjadi glukosa, pati resisten menghindari pencernaan di usus kecil. Artinya, ia berperilaku lebih seperti serat daripada gula, sehingga menawarkan efek metabolisme yang berbeda. Kuncinya adalah proses pendinginan: ketika pati dipanaskan dan kemudian didinginkan, struktur molekulnya bergeser, menciptakan bentuk baru yang tahan terhadap penguraian enzimatik.

Potensi Manfaat: Gula Darah, Kesehatan Usus, dan Berat Badan

Kegembiraan seputar pati resisten berasal dari beberapa hal:

  • Pengendalian Gula Darah: Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi pati dingin dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang lebih kecil dibandingkan dengan versi yang baru dimasak. Sebuah studi pada tahun 2023, misalnya, menunjukkan bahwa membekukan roti memperlambat peningkatan gula darah, sehingga berpotensi mengurangi risiko diabetes.
  • Kesehatan Usus: Pati resisten tidak diserap di saluran pencernaan bagian atas, sehingga mencapai usus besar tempat bakteri usus memfermentasinya. Fermentasi ini menghasilkan asam lemak rantai pendek (SCFA), terutama butirat, yang menurunkan peradangan usus dan mendukung kesehatan usus.
  • Pengelolaan Berat Badan: Idenya di sini adalah bahwa pati resisten mengurangi penyerapan kalori. Namun, penelitian tentang penurunan berat badan masih beragam. Sebuah tinjauan tahun 2014 tidak menemukan hubungan langsung antara asupan pati resisten dan perubahan berat badan.

Faktor Mikrobioma: Mengapa Tidak Berhasil untuk Semua Orang

Manfaat pati resisten bagi usus tidak bersifat universal. Hanya bakteri tertentu – Ruminococcus bromii dan Bifidobacterium remaja – yang dapat mengubah pati resisten menjadi SCFA yang bermanfaat. Karena mikrobioma usus setiap orang bersifat unik, beberapa orang akan mengalami efek yang lebih nyata dibandingkan yang lain.

“Tidak setiap orang memiliki respons tingkat usus yang sama terhadap pati resisten,” kata Kim Kulp, pakar kesehatan usus. Artinya, meskipun mendinginkan sisa makanan mungkin bermanfaat, hal ini tidak akan menjadi solusi ajaib bagi semua orang.

Apakah Layak Dicoba?

Ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa mendinginkan atau membekukan pati berisiko rendah dan berpotensi bermanfaat. Dr Laura Purdy menunjukkan bahwa jika itu berhasil untuk Anda, tidak ada salahnya memasukkan praktik ini ke dalam rutinitas Anda.

Pada akhirnya, meskipun pati resisten bukanlah jaminan terobosan bagi kesehatan, ini merupakan perubahan pola makan sederhana yang hanya memberikan sedikit manfaat, terutama bagi mereka yang memiliki bakteri usus yang mampu memfermentasinya secara efektif.