Cemiplimab (Libtayo) kini menjadi pengobatan lini pertama untuk karsinoma sel skuamosa kulit stadium lanjut (CSCC), suatu bentuk kanker kulit berbahaya yang dapat menyebar. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyetujui obat imunoterapi ini untuk pasien yang tidak dapat menjalani operasi tradisional atau radiasi. Hal ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam pengobatan kanker yang dulunya sangat sulit ditangani pada stadium akhir.
Bagaimana Imunoterapi Melawan Kanker
Libtayo termasuk dalam kelas obat yang disebut penghambat pos pemeriksaan kekebalan. Obat-obatan ini tidak secara langsung membunuh sel-sel kanker namun memberdayakan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan menghancurkannya. Sel-sel kanker sering kali mengeksploitasi “tombol mati” alami pada sel-sel kekebalan, untuk mencegah serangan. Libtayo memblokir peralihan ini, melepaskan respons kekebalan terhadap tumor.
Secara khusus, obat ini menargetkan protein PD-1 pada sel kekebalan. Sel kanker dapat meniru protein ini untuk menghindari deteksi. Dengan memblokir PD-1, Libtayo menghilangkan penyamarannya, memungkinkan sistem kekebalan untuk melawan. Obat serupa lainnya termasuk nivolumab, pembrolizumab, atezolizumab, avelumab, dan durvalumab.
Risiko dan Efek Samping
Meskipun efektif, Libtayo bukannya tanpa risiko. Obat ini menghilangkan hambatan alami pada sistem kekebalan tubuh, yang dapat memicu peradangan parah pada organ mana pun. Efek samping yang paling berbahaya meliputi:
- Peradangan hati
- Masalah usus parah (kolitis ulserativa)
- Kerusakan ginjal
- Ketidakseimbangan hormon
- Reaksi kulit yang berbahaya
- Peradangan paru-paru
Pasien harus segera melaporkan gejala yang tidak biasa seperti kesulitan bernapas, tinja berdarah, kelelahan ekstrem, atau kulit melepuh ke dokter. Faktor-faktor tertentu dapat memperburuk risiko, termasuk penyakit autoimun yang mendasarinya, penggunaan alkohol/tembakau, dan pengobatan yang bersamaan (termasuk vaksin). Kehamilan juga menjadi perhatian utama, karena obat tersebut dapat membahayakan janin.
Apa Artinya
Persetujuan Libtayo menawarkan bantuan baru bagi pasien CSCC lanjut yang sebelumnya memiliki pilihan pengobatan terbatas. Namun, efektivitas obat ini memiliki potensi efek samping serius yang memerlukan pemantauan cermat. Pasien harus mendiskusikan riwayat kesehatan lengkap dan gaya hidup mereka dengan penyedia layanan kesehatan sebelum memulai pengobatan.
Munculnya imunoterapi dalam perawatan kanker mengubah bidang ini. Obat-obatan seperti Libtayo bukanlah obat tetapi dapat memperpanjang harapan hidup banyak pasien secara signifikan. Penelitian lanjutan akan fokus pada penyempurnaan pengobatan ini untuk mengurangi efek samping sekaligus memaksimalkan dampaknya.
