Enam Bahan Yang Meremehkan Manfaat Teh Bagi Kesehatan

7

Peminum teh menikmati keuntungan statistik dalam umur panjang dan kesehatan jantung. Namun, penambahan teh secara umum dapat menghilangkan manfaat ini dan mengurangi efek perlindungannya. Panduan ini merinci enam bahan yang harus dihindari, beserta alasannya, dan apa yang harus digunakan.

1. Produk Susu: Krim dan Susu Mengurangi Penyerapan Polifenol

Manfaat teh bagi kesehatan sebagian besar berasal dari polifenol dan flavonoid, antioksidan kuat. Menambahkan krim atau susu akan mengurangi ketersediaan hayati senyawa-senyawa ini, sehingga melemahkan dampak positif minuman tersebut.

Meskipun produk susu mengubah tekstur teh, hal ini juga mengurangi manfaat intinya. Jika Anda harus menggunakan produk susu, para ahli menyarankan untuk menambahkan susu panas setelah penyeduhan, bukan selama penyeduhan. Hal ini meminimalkan gangguan pada proses ekstraksi polifenol.

2. Gula: Pemanis yang Melemahkan Efek Teh

Gula, seperti halnya produk susu, merusak integritas profil kesehatan teh. Ini mengurangi kandungan polifenol sehingga kurang efektif. Daripada menggunakan gula, tingkatkan rasa dengan rempah-rempah hangat seperti kayu manis, yang menawarkan manfaat kesehatan yang saling melengkapi.

3. Minyak Atsiri: Ampuh Tapi Tidak Aman untuk Ditelan

Minyak atsiri adalah ekstrak tumbuhan dengan konsentrasi tinggi dan tidak boleh dikonsumsi. Penelitian mengenai keamanan obat ini ketika dikonsumsi masih terbatas, bahkan pada produk oral yang dipasarkan.

Setetes minyak esensial pepermin setara dengan 26 cangkir teh pepermin, sehingga menimbulkan risiko yang signifikan. Jamu segar adalah alternatif yang lebih aman.

4. Air yang Direbus Kembali: Penipisan Oksigen Menyebabkan Rasa Rata

Menggunakan air yang telah direbus berkali-kali menghasilkan rasa teh yang datar. Air segar yang kaya oksigen sangat penting untuk mengekstraksi rasa yang optimal. Hindari merebus kembali dan pastikan suhu air Anda sesuai: terlalu panas akan membakar senyawa tersebut, terlalu dingin tidak dapat melepaskannya.

5. Kantong Teh Celup: Sumber Mikroplastik yang Tersembunyi

Daun teh lepas lebih unggul dibandingkan teh celup, memberikan rasa yang lebih kaya dan menghindari kontaminasi plastik. Banyak kantong teh mengandung mikroplastik yang larut ke dalam teh saat terkena air panas, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Sebuah studi tahun 2023 menemukan miliaran mikro dan nanoplastik dalam teh yang diseduh dari kantong plastik.

6. Pemanis Buatan: Kemungkinan Karsinogen

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa penggunaan pemanis buatan seperti aspartam dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, dan bahkan kematian. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) mengklasifikasikan aspartam sebagai “mungkin bersifat karsinogenik”. Menghilangkan pemanis buatan adalah langkah sederhana untuk mengurangi risiko kesehatan yang tidak perlu.

“Penggunaan pemanis buatan dalam jangka panjang telah dikaitkan dengan peningkatan angka penyakit kronis, sehingga alternatif alami menjadi pilihan yang lebih aman.”

Manfaat teh sudah jelas. Mempertahankan manfaat ini memerlukan menghindari bahan tambahan yang merusaknya. Mengutamakan kemurnian dan peningkatan alami akan memaksimalkan nilai kesehatan dari minuman ini.