Trigliserida dan kolesterol keduanya merupakan jenis lemak (lipid) dalam darah Anda, namun keduanya berperilaku berbeda dan berdampak pada kesehatan Anda dengan cara yang berbeda. Meskipun keduanya penting, peran dan pengaruhnya terhadap pola makan dan gaya hidup berbeda secara signifikan. Tingkat keduanya yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, namun memahami mengapa dan bagaimana peningkatannya adalah kunci untuk mengelolanya secara efektif.
Dampak Langsung dari Makan
Kadar trigliserida melonjak dengan cepat setelah makan, terutama yang tinggi lemak dan karbohidrat. Ini karena tubuh Anda segera memproses nutrisi tersebut menjadi trigliserida untuk energi atau penyimpanan. Namun kadar kolesterol tidak berubah dengan cepat. Hal ini karena kolesterol diproses lebih lambat oleh tubuh, dan hati mengatur produksinya dalam jangka waktu yang lebih lama.
Perbedaan ini penting karena menjelaskan mengapa dokter sering kali memeriksa tes darah puasa untuk mengetahui kadar kolesterol yang akurat, sementara kadar trigliserida bisa lebih bervariasi tergantung pada asupan makanan terkini.
Trigliserida Tinggi pada Orang Sehat: Apa yang Terjadi?
Mengejutkan memang, namun orang dengan berat badan sehat tetap bisa memiliki trigliserida tinggi. Hal ini sering kali disebabkan oleh:
- Asupan gula tinggi: Gula yang berlebihan, terutama fruktosa, dengan cepat diubah menjadi trigliserida.
- Konsumsi alkohol berlebih: Alkohol dimetabolisme menjadi trigliserida.
- Obat-obatan tertentu: Beberapa obat dapat meningkatkan kadar trigliserida sebagai efek sampingnya.
- Masalah metabolisme yang mendasari: Bahkan dengan berat badan yang sehat, beberapa orang memiliki kecenderungan genetik atau resistensi insulin yang meningkatkan trigliserida.
Pertanyaan Roti: Apakah Mengurangi Karbohidrat Membantu?
Mengurangi karbohidrat olahan, termasuk roti, dapat menurunkan trigliserida pada banyak orang. Tubuh mengubah kelebihan karbohidrat menjadi trigliserida, jadi membatasinya akan mengurangi proses ini. Namun, efeknya bervariasi : beberapa orang memberikan respons yang lebih dramatis dibandingkan yang lain, dan dampaknya terhadap kolesterol tidak terlalu langsung.
Apa Perbedaan Trigliserida dan Kolesterol?
- Trigliserida adalah cara utama tubuh menyimpan kelebihan energi dari makanan. Kadar yang tinggi sering dikaitkan dengan pola makan, obesitas, dan sindrom metabolik.
- Kolesterol penting untuk membangun sel, hormon, dan asam empedu. Kadar yang tinggi dipengaruhi oleh genetika, pola makan (terutama lemak jenuh dan lemak trans), dan fungsi hati.
Keduanya dapat berkontribusi terhadap penumpukan plak di arteri, namun mekanismenya berbeda. Trigliserida yang tinggi sering kali merupakan tanda stres metabolik yang terjadi baru-baru ini, sedangkan kolesterol tinggi dapat mencerminkan kebiasaan pola makan jangka panjang atau risiko genetik.
Perawatan Medis dan Perubahan Gaya Hidup
Dokter mengobati trigliserida tinggi dengan kombinasi:
- Perubahan pola makan: Mengurangi gula, alkohol, dan lemak jenuh.
- Pengobatan: Fibrat dan niasin dapat menurunkan trigliserida. Statin terutama menargetkan kolesterol tetapi juga memiliki efek pada trigliserida.
- Olahraga: Aktivitas fisik teratur membantu
