“Mode Pembersihan” Otak: Mengapa Anda Keluar Zona Saat Kurang Tidur

19

Penelitian baru dari MIT menjelaskan mengapa kita tiba-tiba kehilangan perhatian setelah kurang tidur. Fenomena ini bukanlah tanda kelemahan – ini adalah otak yang mengaktifkan proses pembersihan bawaan yang terlewat pada malam hari.

Ilmu Pengetahuan di Balik Zonasi

Para ilmuwan telah lama mengamati bahwa kurang tidur mengganggu fokus, namun mekanisme yang mendasarinya masih belum jelas. Sebuah studi baru-baru ini di Nature Neuroscience mengungkapkan bahwa ketika tidur tidak cukup, otak menghentikan sementara pikiran sadar untuk memulai siklus pembuangan limbah yang biasanya dilakukan untuk tidur nyenyak.

Para peneliti menguji 26 sukarelawan setelah tidur cukup dan tidak cukup, menggunakan pencitraan otak untuk mengidentifikasi pola berbeda selama hilangnya perhatian. Pemindaian menunjukkan bahwa penyimpangan ini bertepatan dengan karakteristik aktivitas otak dari tidur gelombang lambat (dalam).

Bagaimana Otak Membersihkan Dirinya Sendiri

Penelitian MIT sebelumnya menetapkan bahwa cairan serebrospinal (CSF) melonjak saat tidur, membuang produk sisa metabolisme dari jaringan otak. “Sistem mirip glymphatic” ini membersihkan protein dan produk sampingan yang terakumulasi sepanjang hari. Ketika tidur diperpendek, siklus ini terputus. Daripada melewatkannya sama sekali, otak memulainya secara sporadis selama jam-jam bangun.

Studi ini memantau gelombang otak melalui penutup EEG di dalam pemindai fMRI, mengukur kadar oksigen darah dan pergerakan CSF. Peserta juga menjalani tes reaksi visual dan pendengaran. Setelah kurang tidur, respons melambat atau gagal justru saat gelombang CSF terjadi.

Otak pada dasarnya menghentikan perhatian untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Prosesnya dikoordinasikan dengan perubahan fisiologis: pernapasan melambat, detak jantung menurun, dan pupil menyempit kira-kira 12 detik sebelum aliran CSF dimulai. Hal ini menunjukkan adanya sistem kendali utama, mungkin sistem noradrenergik (yang mengatur gairah dan perhatian), yang mengatur respons seluruh tubuh.

Mengapa Ini Penting

Penemuan ini memiliki implikasi lebih dari sekadar rasa kantuk. Sistem pembersihan otak dikaitkan dengan pencegahan penyakit neurodegeneratif. Memahami kapan dan bagaimana proses ini terjadi sangat penting bagi kesehatan otak seiring bertambahnya usia. Meskipun penelitian ini masih bersifat pendahuluan, penelitian ini memperkuat gagasan bahwa tidur bukan sekadar istirahat – melainkan pemeliharaan yang penting.

Otak akan memprioritaskan fungsi kelangsungan hidupnya terlebih dahulu, meskipun itu berarti mengganggu pekerjaan atau rapat.

Seringnya melakukan zonasi mungkin merupakan tanda bahwa otak Anda membutuhkan lebih banyak waktu pemulihan, bukan panggilan untuk bekerja lebih keras. Memprioritaskan tidur bukan hanya tentang merasa cukup istirahat; ini tentang memberi otak waktu yang dibutuhkan untuk berfungsi secara optimal.