Selai kacang dan Nutella merupakan olesan berbahan dasar kacang yang banyak dikonsumsi, namun profil nutrisinya berbeda secara signifikan. Meskipun keduanya mengandung lemak dan sedikit protein, selai kacang muncul sebagai pilihan yang lebih bergizi karena kandungan protein dan seratnya yang lebih tinggi, serta komposisi lemak yang lebih sehat. Perbedaan utamanya terletak pada bahan-bahannya: selai kacang pada dasarnya terdiri dari kacang tanah, sedangkan bahan pertama Nutella adalah gula dan minyak sawit, dan hazelnut pada urutan ketiga.
Kandungan Protein: Selai Kacang Memimpin
Penyajian standar 2 sendok makan menunjukkan manfaat yang jelas dari selai kacang:
- Selai Kacang: Sekitar 7 gram protein.
- Nutella: Sekitar 2 gram protein.
Perbedaan ini berasal dari kepadatan protein yang melekat pada kacang tanah dibandingkan dengan hazelnut, sehingga menjadikan selai kacang sebagai sumber protein yang lebih besar.
Perbandingan Serat: Tepi Kecil dengan Selai Kacang
Kandungan serat pada kedua olesan serupa, tetapi selai kacang masih memberikan lebih banyak:
- Selai Kacang: Sekitar 1,82 gram serat per porsi.
- Nutella: Sekitar 1 gram serat.
Meskipun keduanya bukanlah makanan berserat tinggi, sedikit manfaat selai kacang berkontribusi pada kesehatan usus yang lebih baik dan kadar gula darah yang lebih stabil.
Komposisi Lemak: Kualitas Dibanding Kuantitas
Nutella mengandung lebih sedikit lemak total per porsi (11 gram) dibandingkan selai kacang (15,8 gram). Namun, jenis lemak itu penting. Selai kacang terutama mengandung lemak tak jenuh, yang dianggap menyehatkan jantung. Nutella, dengan proporsi lemak jenuh yang lebih tinggi dari minyak sawit, menimbulkan pertanyaan mengenai efek jangka panjang terhadap kardiovaskular.
Perdebatan seputar minyak sawit terus berlanjut, namun pedoman diet secara umum merekomendasikan untuk memprioritaskan lemak tak jenuh dibandingkan lemak jenuh.
Manfaat Selai Kacang: Pilihan Kaya Nutrisi
Selai kacang menawarkan beberapa keunggulan nutrisi:
- Rasa kenyang: Tinggi protein dan serat, meningkatkan rasa kenyang dan membantu pengelolaan berat badan.
- Mikronutrien: Mengandung magnesium, potasium, fosfor, dan vitamin E.
- Peraturan FDA: Harus mengandung setidaknya 90% kacang tanah, untuk memastikan bahan dasar kacang tanah yang banyak.
Namun, penting untuk memeriksa label tambahan gula dan natrium, karena ini dapat bervariasi antar merek.
Nutella: Camilan dengan Nilai Gizi Terbatas
Kandungan gula Nutella yang tinggi (21 gram per 2 sendok makan porsi) melebihi rekomendasi harian American Heart Association untuk banyak orang. Kandungan lemak jenuhnya juga menimbulkan masalah kesehatan. Meskipun ia menawarkan sejumlah protein, serat, dan antioksidan, manfaat ini tertutupi oleh komposisi gula dan minyak sawitnya.
Memasukkan Spread ke dalam Diet Anda
Untuk kesehatan yang optimal, pilihlah selai kacang alami dengan bahan tambahan minimal. Perhatikan ukuran porsi karena kepadatan kalorinya (188 kalori per 2 sendok makan). Nutella sebaiknya dikonsumsi sesekali, bukan sebagai makanan pokok.
Pada akhirnya, selai kacang memberikan manfaat nutrisi yang lebih besar dibandingkan Nutella, menjadikannya pilihan yang lebih sehat bagi sebagian besar individu. Memilih makanan utuh dan tidak diolah bila memungkinkan tetap menjadi landasan diet seimbang.
