Kopi dan Usus Anda: Cara Mengurangi Efek Samping

9

Minum kopi saat perut kosong merupakan kebiasaan yang umum dilakukan, namun dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan ketidakseimbangan hormon. Keasaman kopi dapat mengiritasi lambung, dan efek kafein semakin besar bila dikonsumsi tanpa makanan. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kadar kortisol (hormon stres) dan penurunan gula darah, yang terutama terlihat pada mereka yang tidak minum kopi secara teratur.

Ilmu di Baliknya

Ahli saraf Andrew Huberman mencatat bahwa kafein saat perut kosong menghasilkan efek stimulan yang lebih kuat, yang dapat meningkatkan kegelisahan. Meskipun beberapa orang dapat menoleransi hal ini dengan baik, dampak hormonalnya nyata: kopi dapat meningkatkan kortisol untuk sementara, terutama pada mereka yang tidak meminumnya setiap hari. Lonjakan ini tidak terlalu parah pada peminum kopi biasa, namun sensitivitas terhadap fluktuasi gula darah tetap menjadi perhatian.

Solusi Sederhana: Tambahkan Kolagen

Daripada melewatkan sarapan, coba tambahkan peptida kolagen terhidrolisis ke dalam kopi Anda. Ini memasukkan kalori dalam bentuk asam amino tanpa lonjakan gula dari pemanis. Kolagen juga menawarkan manfaat bagi kesehatan kulit dan usus. Idenya adalah untuk menahan keasaman dan mengurangi respons hormonal dengan memberi perut sesuatu untuk diproses bersama kafein.

Memilih Suplemen

Saat memilih kolagen, prioritaskan campuran bebas gula untuk menghindari lonjakan gula darah. Teliti suplemen berkualitas tinggi yang didukung oleh pakar nutrisi. Banyak merek kini menawarkan daftar pilihan berdasarkan kriteria ilmiah.

Intinya: Jika Anda lebih suka kopi sebelum makan, peptida kolagen dapat mengurangi efek negatif pada usus dan hormon Anda sekaligus memberikan manfaat kesehatan tambahan.